RENUNGAN

RENUNGAN

Bukankah seseorang yang tidak punya apa-apa tidak bisa memberi apa-apa?…

Begitu juga dengan seorang pendidik yang tidak memberikan teladan kepada anak didiknya, ia bak menulis di atas air, ia tidak bisa melihat hasil yang telah dikerjakannya.

Firman Allah:

“Mengapa kamu suruh orang lain mengerjakan kebaikan, sedang kamu melupakan diri mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Qitab (Taurat) Maka tidaklah kamu berfikir.” Al-Baqarah(2): 44.

Janganlah Anda jadikan zuhud Anda sebagai pekerjaan Anda untuk mencari dunia, tetapi jadikanlah pekerjaan Anda sebagai ibadah Anda untuk meraih pahala akhirat. Apabila ahli dunia berterima kasih kepada Anda dan memuji-muji Anda, maka anggaplah urusan mereka itu sebagai dongengan.

Anda lihat bahwa pada umumnya manusia bergantung pada sarana, sedang orang yang arif bergantung pada yang menguasai sarana. Pembicaraanya tiada lain mengenai kebesaran Allah, kekuasan-Nya, kemulian-Nya, dan rahmat-Nya. Semuanya ia habiskan untuk itu hingga ia membawanya masuk ke dalam  kuburnya.

Barang siapa yang menganggap hidup ini mengikatnya, maka untuk bebas darinya adalah harus mati.

Dunia tiada harganya di sisi Tuhannya, padahal dunia adalah milik-Nya. Oleh karena itu, tidaklah layak bila di dunia dianggap berharga oleh Anda, padahal ia bukan milik Anda.

Ibadah orang arif (mengenal Allah) adalah dengan tiga perkara, yaitu:1.Mempergauli manusia dengan baik;2.Melestarikan dzikir kepada Yang Mahaagung; dan 3. Mengobati tubuh yang sehat, karena di antara kedua lambung itu terdapat kalbu yang sakit.

    Orang yang pandai adalah orang yang memiliki tiga pekerti, Yaitu:

    1. Bersegera dalam beramal;
    2. Menangguhkan angan-angannya; dan
    3. Bersiap-siap untuk menghadapi ajalnya.

    Orang yang merugi pada hari Kiamat adalah yang mempunyai tiga pekerti; yaitu:

    1. Menghabiskan hari-harinya dengan melakukan hal-hal yang sia-sia;
    2. Mengaktifkan seluruh anggota tubuhnya untuk hal-hal yang mengecewakan; dan
    3. Mati sebelum sadar dari kemabukannya.

    Rassulullah bersabda:

    “Gunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya: Gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu; masa hidupmu sebelum kematianmu; waktu luangmu sebelum waktu sibukmu; waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu; waktu kayamu sebelum waktu miskinmu.”

    “tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hintungan yang teliti. Tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari Kiamat dengan sendiri-sendiri. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang (kepada sesama mukmin). Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran itu dengan bahasa kalian agar kalian dapat member kabar gembira dengan Al-Quran itu kepada orang-orang yang bertaqwa dan agar kalian member peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.  Berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kalian melihat seorangpun dari mereka atau kalian dengar suara mereka yang samar-samar?” (QS. Maryam (19): 93-98)

    Tentang yaniarti01

    "FASTABIQUL KHOEROT" Berlomba-lombalah dalam kebaikan....
    Pos ini dipublikasikan di RENUNGAN. Tandai permalink.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s