PEMBELAJARAN BAHASA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA BERBASIS TIK DI SMP

PEMBELAJARAN BAHASA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA BERBASIS TIK

DI SMP NEGERI 4 RANGKASBITUNG

Oleh: EHA YANIARTI

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),berkembang pula berbagai peluang baru yang memanfaatkan dunia internet. Salah satunya diantaranya adalah pembelajaran melalui media internet. Tidak sedikit memang situs yang memuat berbagai topik permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran siswa termasuk siswa di SMP Negeri 4 Rangkasbitung. Karena media internet merupakan dunia yang relatif baru dan mulai digemari oleh berbagai kalangan, dari mulai pakar ilmu pengetahuan, anak-anak, eksekutif, dosen, guru pelajar. Media internet merupakan ruang atau dunia yang dianggap mampu menyediakan berbagai informasi dan hiburan yang diperlukan oleh berbagai kalangan.

Pemanfaatan media dalam pembelajaran keterampilan berbahasa berbasis TIK sangat diperlukan bagi pengembangan wawasan serta pencarian informasi sehingga siswa akan lebih semanagat karena dengan inovasi baru siswa dapat mengubah pola pikir yang kaku menjadi terbuka. Dengan demikian media merupakan alat yang harus ada di sekolah.

Dikaitkan dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, aspek keterampilan berbahasa menjadi komponem yang menarik untuk dikaji. Dengan memanfaatkan media pembelajaran terhadap keterampilan bahasa berbasis TIK maka dituntut adanya perubahan sehingga dalam Proses Belajar Mengajar di kelas khususnya di SMP Negeri 4 Rangkasbitung, guru dan siswa sama-sama menikmati kelebihan belajar dengan menggunakan TIK.

Kit Lay Bourne ( 1985 : 82 ) menyatakan bahwa “ penggunaan media tidak harus membawa bungkusan berita-berita semua, siswa cukup dapat mengawasi suatu berita.” Dari pendapat tersebut dapat dihubungkan bahwa penyampaian materi pelajaran dengan cara komunikasi masih dirasakan adanya penyimpangan pemahaman oleh siswa. Masalahnya adalah bahwa siswa terlalu banyak menerima sesuatu ilmu dengan verbalisme. Apalagi dalam proses belajar mengajar yang tidak menggunakan media dimana kondisi siswa tidak siap, akan memperbesar pekuang terjadinya verbalisme.

Media yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian harfiahnya juga terdapat manusia didalamnya, benda, ataupun segala sesuatu yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang berguna bagi anak didik dalam pembelajaran, dan bagaimana dengan adanya media berbasis TIK tersebut, khususnya menggunakan presntasi power point dimana anak didik mempunyai keinginan untuk maju, dan juga mempunyai kreatifitas yang tinggi dan memuaskan dalam perkembangan mereka di kehidupan kelak.

Sasaran penggunaan media adalah agar anak didik mampu mencipatakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna dalam kehidupannya,. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan mamahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada mereka.

Dari pandangan yang ada di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan alat yang memungkinakan anak mudah untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan.

Dalam makalah ini penulis mencoba memberikan peluang-peluang bagaimamana memanfaatkan media pembelajaran keterampilan berbahasa berbasis TIK khususnya di SMP Negeri 4 Rangkasbitung.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan paparan pada latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada makalah ini adalah :

a. Bagaimanakah siswa SMP Negeri 4 Rangkasbitung memanfaatkan media pembelajaran keterampilan berbahasa dengan berbasis TIK?

b. Apakah ada kelebihan belajar dengan memanfaatkan media pembelajaran keterampilan berbahasa berbasis TIK di SMP Negeri 4 Rangkasbitung?

c. Apakah ada kelemahan belajar dengan memanfaatkan media pembelajaran keterampilan berbahasa berbasis TIK di SMP Negeri 4 Rangkasbitung?

C. PEMBAHASAN

1. Pengertian Media

Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Media merupakan alat bantu yang dapat memudahkan pekerjaan. Setiap orang pasti ingin pekerjaan yang dibuatnya dapat diselesaikan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan. Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “ medium “ yang berarti “ pengantar atau perantara “, dengna demikian dapat diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.

2. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Keterampilan Berbahasa di SMP Negeri 4 Rangkasbitung

Untuk memenuhi berbagai keperluan, guru dan siswa memanfaatkan media komputer. Karena saat ini teknologi informasi membawa perkembangan yang sangat menguntungkan untuk pembelajaran di SMP. Internet sebagai bagian dari produk teknologi informasi berkembang pesat dan telah membawa perubahan yang luar biasa pada segala aspek, termasuk pada siswa yang berada di SMP Negeri 4 Rangkasbitung. Tak pelak lagi internet telah memengaruhi pola berkomunikasi antarsiswa dalam dunia maya. Melalui internet setiap siswa dapat berkomunikasi. Bahkan, dunia pendidikan pun tidak luput untuk memanfaatkannya sehingga kelas maya dapat tercipta. Internet misalnya adalah salah satu alternatif yang menjadi pilihan guru dan siswa di SMP Negeri 4 Rangkasbitung. Siswa biasanya di bawa ke laboratorium komputer untuk membuka Web ( World Wide Web ) untuk mencari materi yang sedang diberikan oleh guru untuk siswa. Fasilitas komunikasi yang disediakan internet telah memungkinkan kelas online menjadi kenyataan dengan mempergunakan halaman web berbasis teks, surat elektronik (e-mail), pertukaran teks dan atau suara secara langsung (Internet Relay Chat), dan berbagai fasilitas multimedia interaktif. Dengan demikian, kegiatan belajar-mengajar dapat dilaksanakan, baik yang bersifat tertunda (delayed, seperti melalui e-mail) maupun secara langsung atau instan (real-time, misalnya melalui IRC dan audio-video conferencing). Pengajar dan peserta didik dapat melakukan komunikasi lintas waktu sehingga pembelajaran dapat dimasimalkan untuk pencapaian hasil belajar. Sejauh ini cukup banyak penelitian dan eksperimen yang berkenaan dengan pemanfaatan komputer dan internet untuk kegiatan belajar bahasa.

3. Keterampilan Berbahasa dalam Pembelajaran Berbasis TIK di SMP Negeri 4 Rangkasbitung

Tanggung jawab perkembangan bahasa bukan hanya dipundak guru bahasa Indonesia khususnya dalam pembelajaran, namun terletak ditangan pemakai bahasa itu sendiri. Oleh sebab itu keterampilan berbahasa juga merupakan aspek kemampuan berbahasa yang menjadi sasaran tumpu para pelajar bahasa. Untuk meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran keterampilan berbahasa berbasis TIK di SMP Negeri 4 Rangkasbitung adalah hal-hal yang harus diperhatikan yakni menyimak, membaca, berbicara, dan menulis.

a. Mendengarkan

Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian berita, laporan, saran, berpidato, wawancara, diskusi, seminar, dan pembacaan karaya sastra berbantuk puisi, cerita rakyat, drama, cerpen, dan novel.

b. Berbicara

Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan berkenalan, diskusi, bercerita, persentasi hasil penelitian, serta mengomentari pembacaan puisi dan ppementasan drama.

c. Membaca

Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis teks nonsastra berbentuk grafik, table, artikel, tajuk rencana, teks pidato, serta teks sastra berbentuk puisi, hikayat, novel, biografi, puisi kontemporer, karya sastra berbagai angkatan.

d. Menulis

Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam berntuk teks narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, teks pidato, proposal, surat dinas, ringkasan, notulen, resensi, karya ilmiah, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, drama, kritik, dan esei.

4. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Penggunaannya di SMP Negeri 4 Rngkasbitung

Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah Komputer dan LCD Proyektor. Arief S. Sadiman ( 1996 : 83 ) mengatakan bahwa :

Ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu media jadi karena merupakan komoditi perdagangan yang terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai ( media by utilization ) dan media rancangan yang perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu.

Dari pernyataan tersebut di atas dapat dikategorikan bahwa media Komputer dan LCD Proyektor meupakan media rancangan yang mana didalam penggunaannya sangat diperlukan perancangan khusus dan didesain sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan. Perangkat keras ( hard ware ) yang difungsikan dalam menginspirasikan media tersebut adalah menggunakan satu unit computer lengkap yang terkoneksikan dengan LCD Proyektor. Dengan demikian media ini hendaknya menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran keterampilan berbahasa berbasis TIK sehingga siswa SMP Negeri 4 Rangkasbitung menjadi lebih tertarik dengan pembelajaran dengan menggunakan media computer.

5. Komputer Sebagai Salah Satu Media Pembelajaran yang digunakan di SMP Negeri 4 Rangkasbitung

Aplikasi komputer dalam bidang pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses belajar secara individual (individual learning). Pemakai komputer atau user dapat melakukan interaksi langsung dengan sumber informasi. Perkembangan teknologi komputer jaringan (computer network/Internert) saat ini telah memungkinkan pemakainya melakukan interaksi dalam memperoleh pengetahuan dan informasi yang diinginkan. Berbagai bentuk interaksi pembelajaran dapat berlangsung dengan tersedianya medium komputer. Termasuk di SMP Negeri 4 Rangkasbitung memanfaatkan medium ini sebagai sarana interaksi. Pemanfaatan ini didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh komputer dalam memberikan umpan balik (feedback) yang segera kepada pemakainya.

Dengan demikian kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan baik bersifat tertunda (delayed, seperti melalui e-mail) maupun secara langsung atau instan (real-time, misalnya melalui IRC dan audio-video conferencing). Pengajar dan peserta didik dapat melakukan komunikasi lintas waktu sehingga pembelajaran dapat dimaksimalkan untuk pencapaian hasil belajar. Sejauh ini cukup banyak penelitian dan eksperimen yang berkenaan dengan pemanfaatan komputer dan internet untuk kegiatan belajar bahasa.

6. Kelebihan Pembelajaran Keterampilan Bahasa Berbasis TIK di SMP Negeri 4 Rangkasbitung

Heinich dkk. (1986) mengemukakan sejumlah kelebihan dan juga kelemahan yang ada pada medium komputer. Aplikasi komputer sebagai alat bantu proses belajar memberikan beberapa keuntungan. Komputer memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat siswa dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Penggunaan komputer dalam lembaga pendidikan jarak jauh memberikan keleluasaan terhadap siswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya, yang diistilahkan dengan “kesabaran komputer”, dapat membantu siswa yang memiliki kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi siswa yang lambat (slow learner), tetapi juga dapat memacu efektivitas belajar bagi siswa yang lebih cepat (fast learner).Disamping itu, komputer dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap prestasi belajar siswa. Dengan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar pemakainya (record keeping), komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis. Komputer juga dapat dirancang agar dapat memberikan preskripsi atau saran bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar tertentu. Kemampuan ini mengakibatkan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran yang bersifat individual (individual learning). Kelebihan komputer yang lain adalah kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik (graphic animation). Hal ini menyebabkan komputer mampu menyampaikan informasi dan pengetahuan dengan tingkat realisme yang tinggi. Hal ini menyebabkan program komputer sering dijadikan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan belajar yang bersifat simulasi. Lebih jauh, kapasitas memori yang dimiliki oleh komputer memungkinkan penggunanya menayangkan kembali hasil belajar yang telah dicapai sebelumnya. Hasil belajar sebelumnya ini dapat digunakan oleh siswa sebagai dasar pertimbangan untuk melakukan kegiatan belajar selanjutnya.

Keuntungan lain dari penggunaan komputer dalam proses belajar dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil. Contoh yang tepat untuk ini adalah program komputer simulasi untuk melakukan percobaan pada mata kuliah sains dan teknologi. Penggunaan program simulasi dapat mengurangi biaya bahan dan peralatan untuk melakukan percobaan. (Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002:11-12)

7. Kelemahan Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Berbasis TIK di SMP Negeri 4 Rangkasbitung

Selanjutnya Benny dan Tita (2000) memberi penjelasan. Disamping memiliki sejumlah kelebihan, komputer sebagai sarana komunikasi interaktif juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pertama adalah tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komputer, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. Disamping itu, pengadaan, pemeliharaan, dan perawatan komputer yang meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) memerlukan biaya yang relatif tinggi. Oleh karena itu pertimbangan biaya dan manfaat (cost benefit analysis) perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk keperluan pendidikan. Masalah lain adalah compatability dan incompability antara hardware dan software. Penggunaan sebuah program komputer biasanya memerlukan perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai. Perangkat lunak sebuah komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak sama. Disamping kedua hal di atas, merancang dan memproduksi program pembelajaran yang berbasis komputer (computer based instruction) merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Memproduksi program komputer merupakan kegiatan intensif yang memerlukan waktu banyak dan juga keahlian khusus. Disamping itu juga siswa SMP Negeri 4 Rangkasbitung harus mengeluarkan biaya dua kalilipat untuk mencukupi kebutuhan tersebut.

PENUTUP

Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. TIK bukan lagi mejadi bahan asing dalam dunia pendidikan tetapi sudah menjadi penting dan sangat mendukung dalam dunia pendidikan. Salah satu bukti pentingnya TIK adalah untuk pemerataan pendidikan dengan kondisi geografis Indonesia yang luas sangat diperlukan TIK. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah merambah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk menyentuh dunia pendidikan. Karena itu, sekolah dan guru tidak dapat mengelak dari trend ini hanya karena persoalan anggaran atau pun persoalan keterbatasan akses dan wawasan.

Guru sejatinya memberi contoh kepada siswa bahwa teknologi merupakan suatu keniscayaan yang sedang dihadapi, sehingga penguasaan teknologi adalah sesuatu yang harus direbut oleh siswa. Pemanfaatan teknologi infomasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran perlu diusahakan oleh guru sesuai dengan kemampuan masing-masing sekolah dan guru bersangkutan. Pelatihan internet dan aplikasi tertentu seperti microsoft Office khususnya powerpoint atau aplikasi membuat animasi penting dilakukan untuk para guru di setiap sekolah agar para guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis TIK. Pelatihan tersebut baiknya diadakan di setiap sekolah dengan melibatkan seluruh guru mata pelajaran sehingga akan ada pemerataan pemahaman tentang materi pelatihan yang diberikan.

Bahwa terdapat tantangan-tantangan seperti keterbatasan anggaran untuk melengkapi infrastruktur yang mendukung pada penguasaan teknologi informasi dan komunikasi ini adalah fakta, namun satu hal yang perlu dilakukan adalah membuat satu langkah awal yang mengarah pada penguasaan teknologi baik oleh guru maupun oleh siswa. Satu langkah awal selalu diikuti oleh langkah berikutnya dan terkadang oleh suatu lompatan besar. Karena itu, sekolah dan guru harus memprioritaskan penguasaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam program prioritas. Seluruh sumber daya yang ada secara sinergis diarahkan pada pencapaian program ini sehingga diharapkan sebagaimana target pemerintah bahwa tahun 2009, 75% sekolah menengah telah memiliki akses internet dan menerapkan TIK dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Daftar Pustaka

Alwi, Hasan, Dendy Sugono, dan A. Rozak Zaidan. (Ed.). 2000. Bahasa Indonesia dalam Era Globalisasi. Jakarta: Pusat Bahasa

Arifin, I. 2000. Profesionalisme Guru: Analisis Wacana Reformasi Pendidikan dalam Era Globalisasi. Simposium Nasional Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang, 25-26 Juli 2001

Brown, H.D. 1994. Principle of Language Learning and Teaching. Third Edition. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents

Efendi, Anwar (Ed). 2008. Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Perspektif. Yogyakarta: Tiara Wacana

Fauzi, Harry D. 2007. Strategi Mencari Informasi Melalui Internet. Bacaan Populer Bagi Siswa SLTP. Bandung: Armico

Harina Yuhetty dan Hardjito, 2004, edukasi net pembelajaran berbasis internet : tantangan dan peluangnya dalam Mozaik Teknologi Pendidikan (Dewi salma dan Eveline Siregar), Kencana Media Group dan Universitas Negeri Jakarta.

http://susandi.wordpress.com/2009/11/21/problematika-pendidikan-bahasa-indonesia/

Idris, Naswil, 2001, “Pengembangan dan Peranan Sumber Daya Manusia di Era Teknologi Informasi”, Semarang

Moeliono, Anton. 2000. “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam Era Globalisasi” dalam Hasan Alwi, Dendy Sugono, dan A. Rozak Zaidan (Ed.). Jakarta: Pusat Bahasa

Munsyi, Alif Danya. 2005. Bahasa Menunjukkan Bangsa. Jakarta: KPG

Pateda, Mansoer. 1991. “Pengaruh Arus Globalisasi terhadap Pembinaan Bahasa di Indonesia”. Makalah Munas V dan Semloknas I HPBI: Padang: Panitia Penyelenggara

Rakhmat, J.1999 . Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosdakarya

Schiffrin, Deborah. 2007. Ancangan Kajian Wacana (terjemahan dari: Approaches ToDiscourse). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Tentang yaniarti01

"FASTABIQUL KHOEROT" Berlomba-lombalah dalam kebaikan....
Tulisan ini dipublikasikan di ICT Bahasa Indonesia, Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s